Thursday, September 20, 2012

PINTO ACEH




Perhiasan ini diberi nama Pinto Aceh (Pintu Aceh) terdapat diantara lebih 250 jenis perhiasan tradisional Aceh, namun kehadirannya dalam kelompok perhiasan tradisional sampai tahun 1998 lebih kurang baru 63 tahun jika dibandingkan dengan jenis lainnya sepanjang 2 abad.

Pinto Aceh diciptakan pada tahun 1935, ternyata cepat populer dan telah menarik banyak wanita penggemar perhiasan tradisional, balk wanita Aceh maupun orang-orang di luar Aceh. Sampai zaman sekarang ini setiap orang luar Aceh yang berkunjung ke negeri ini hampir dapat dipastikan akan membawa pulang salah satu perhiasan yang bermotif Pinto Aceh.

Perhiasan yang satu ini akhirnya menjadi populer di seluruh Nusantara dan Malaysia, bahkan tercatat juga pelancong Barat punya minat untuk perhiasan yang satu ini yang lebih dari 60 tahun terus diproduksi. Sementara ada beberapa perhiasan tradisional Aceh memang tidak mampu lagi dibuat pada masa sekarang ini karena kemahiran membuatnya tidak bergenerasi penerus. Sehingga jenis-jenis perhiasan yang tak mampu dibuat sekarang ini menjadi sangat langka dan hanya bisa dilihat di museum ataupun pada kolektor-kolektor ataupun berada secara turun temurun pada orang-orang tertentu yang menyimpannya sebagai pusaka.

Desain Pinto Aceh diperoleh dari monumen peninggalan Sultan Iskandarmuda  bernama Pinto Khob . Monumen tersebut yang sekarang di sekitarnya dijadikan taman rekreasi, terletak di tepi sungai (krueng) Daroy, konon dulunya sebagai pintu belakang istana Keraton Aceh khusus untuk keluar masuknya permaisuri Sultan Iskandarmuda beserta dayang-dayangnya kalau sang permaisuri menuju ke tepian sungai untuk mandi. Sekarang ini taman tersebut diberi nama Tanian Putroe Phang (Taman Putri Pahang), nama sang permaisuri. Dari desain gerbang kecil Pintu Khob itulah diambil motif untuk perhiasan yang bernama Pinto Aceh ini.

No comments: